Rabu, 02 Maret 2016

Kisah Kasih di Sekolah

Kisah Kasih di Sekolah

           Ini adalah sepenggal kisah tentang pribumi. Sebuah rasa yang timbul entah apa itu namanya yang hanya datang saat bersama sahabat,saat adanya canda,tawa,tangis bersama mereka. Saat kebersamaan datang yang hanya ada saat di sekolah,tidak didapatkan saat di keluarga dan dengan orang lain. Sebuah kisah anak manusia dan menceritakan bagaimana kisah bersama sahabatnya. 

        Awal dari cerita ini saat kelulusan ku dari SD. Di sebuah daerah ada salah satu sekolah yang difavoritkan oleh semua siswa. Saat itu akupun berharap masuk ke sekolah itu. Saat pertama aku masuk,aku bukanlah diriku yang sebenarnya. Saat itu aku hanya anak lugu yang hanya bisa tersenyum,merasa canggung dengan teman sebangku ku dan merasa asing dengan lingkungan ku. Aku tidak tahu bahwa mereka akan menjadi sahabatku dan akan menjadi orang yang akan memperindah cerita hidupku,memperindah masa remaja ku,,bukan,bukan sebuah masa remaja tapi sebuah cerita anak-anak yang beranjak remaja. Saat itu aku mulai dekat dengan teman-temanku dan aku mulai mengenal yang namanya sahabat. Saat itulah kisah dimulai... Saat dimana anak manusia yang ingin merasakan hal yang baru.

Doc. Situ Jaruju,Cibatu-Garut 2013

        Dari banyaknya teman-temanku,ada salah satu temanku yang bernama Ilman mengajakku dan teman-teman yang lain ke Desanya. Disana ada sebuah danau kecil yang bernama "Situ Jaruju". Saat itu tahulah aku begitu polos dan menginginkan hal-hal yang baru,karena itu aku dan teman-teman menerima ajakan Ilman. Perjalanan menuju danau itu melewati sebuah sawah yang berkelok-kelok,dan aku bersama teman-temanku mengisi perjalanan itu dengan bercanda tawa. Saat kami sampai disana ada sebuah rakit. Tahulah bagaimana jiwa muda seperti kami yang penasaran ingin mencoba hal-hal yang baru. Saat itu Ilman mengajakku untuk naik rakit,tapi ada beberapa orang yang ikut naik bersama kami dan yang lainnya diam juga menunggu gilirannya. Saat itu yang pertama naik adalah aku,Ilman,Karisma,Luthfi,dan Sherly. Saat kami naik rakit,kami tidak memikirkan apapun sampai-sampai kami tidak menyadari bahwa sepatu kami masih dipakai dan rakit yang kami naiki mulai bergoyang, kamipun tidak memperdulikannya. Kami terus mendayung rakit itu sampai ke tengah,saat itu kami tahu bahwa bobot kami terlalu berat dan rakit mulai bergoyang semakin kencang,lalu rakitpun merembes ke bawah,kaki kamipun terendam sampai ke tubuh dan sepatu juga baju kamipun basah. Saat ingin ke pinggir untuk menepi kami masih tidak bisa,sebab dibawah masih ada rumput-rumput yang menahan rakit. Sesampainya kami di tepi,kami tertawa,takut juga kaget bercampur menjadi satu. Ketika di tepian kami berusaha naik sambil tertawa menertawakan kekonyolan kami ini. Ini merupakan kisah sederhanaku yang mungkin dibacapun tidak menarik,tetapi perasaan yang aku rasakan,kebersamaan yang aku rasakan tidak akan pernah terlupakan,walaupun hanya bermain melewati sawah,bermain di suatu tempat yang seperti hutan. Yang kami rasakan bahwa saat itulah sebuah perasaan yang murni dari sahabat,tidak dengan kemewahan,melihat barang-barang yang bagus,tempat rekreasi yang bagus juga mahal. Hanya dengan melakukan hal konyol itu persahabatanku dimulai dari sana. Akhirnya aku bersatu dengan yang lainnya. Itu salah satu dari kisah-kisah yang lainnya dan itu adalah kisah yang sangat aku ingat saat kelas VII.

Doc. Kelas VIII-B SMPN 1 Cibatu, Garut

        Saat aku naik kelas VIII,  aku mulai dekat dan menemukan jati diriku. Dari situ mulailah permasalahan setiap murid. Mulai ada keegoisan,ketidak pedulian,berkurangnya rasa kebersamaan. Saat itu tidak ada orang yang memperbaiki masalah itu,membiarkan masalah itu berjalan begitu saja dengan angin yang berhembus. Saat salah satu orang mulai sadar bahwa kita tidak lagi sama seperti dulu,semua sudah terlambat... Kita sudah mementingkan keinginan kita sendiri tidak memperdulikan orang lain. Disana aku mulai merasa bahwa mementingkan diri sendiri itu tidak memungkinkan bisa memperbaiki,tapi sebagian orang tidak memperdulikan itu. Saat semuanya makin kacau,aku dan sebagian teman-temanku ingin memperbaiki keadaan dan mulai berunding dengan yang lain,mulai ikut menyadarkan serta memperbaiki semuanya bahwa ini tidak harus dilanjutkan lagi. Saat itu kami bercerita tentang siapa yang memulai masalah ini dan kami menyadari bahwa diri kami sendirilah yang memulainya. Dari percakapan kami dalam perundingan,hampir semua wanita di kelas kami menangis. Itulah masa-masa kela VIII,dimana kami memperbaiki diri dan mulai menyadari bahwa hidup tanpa persahabatan itu bagaikan sayur tanpa garam. Walaupun kami termasuk individu yang merupakan keluarga bahagia, ayah,ibu menyayangi, tapi hidup tanpa adanya sahabat sama dengan hidup tanpa keluarga baru. Rasa yang ditimbulkan oleh sahabat dengan keluarga beda jauh, saat keluarga itu merasa aman dengan adanya ayah, saat merasa dicintai dengan adanya ibu, merasa bertangung jawab dengan adanya adik, saat merasa dilindungi dengan adanya kakak, sahabat saat kita lagi senangnya mengeluarkan pikiran,bertingka laku ,tampil tidak ada batas, tidak adanya teguran,terkuaknya hati dan kebebasan jiwa.

       Saat aku naik ke tingkat terakhir di sekolah ku itu, yakni menjadi kelas IX. Saat itu, dimana hatiku merasa bebas,aturan tidak membatasi ku, aku merasa puas, cinta antara sahabat,cinta antara guru. Saat dimana cinta tidak harus dengan lawan jenis, tetapi cinta dengan sesama, yang cinta bukan karena rasa ingin memiliki, tetapi rasa cinta yang ingin merasakan kebersamaan dan kebahagiaan. Bersama guru, aku tahu bahwa cinta itu bukan dengan perilaku manis, bukan dengan setiap ada keuntungan memberikan yang terbaik, tetapi bersama guru saat dimana cinta itu ada ketika seorang guru memarahi ku bahwa ini tidak baik, ini salah dan saat itulah bisa menimbulkan sebuah cinta. Sekarang aku tahu bahwa cinta bukan dengan kata-kata manis saja, cinta tidak hanya dengan perilaku manis saja, tapi cinta dengan perilaku tegas dan menggunakan kata-kata yang menyakitkan, itu juga termasuk cinta. Cinta adalah rasa yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Di kelas kami tidak ada yang baik,ada yang egois,cerewet,bawel,yang hanya diam,tapi itu melengkapi sebuah cerita anak pribumi,anak yang merasakan sebuah suasana dan rasa. Sahabat adalah sebuah petunjuk yang mengenalkan sebuah rasa baru. Aku bisa mengungkapkan apa rasa itu,apa rasa yang aku rasakan,saat aku bersama sahabat-sahabat ku dari kelas VII sampai sekarang kelas IX. Aku merasakan tetapi tidak bisa mengungkapkan. Aku tau bahwa rasa itu ada,tetapi aku tidak tahu bagaimana rasa ini untuk diungkapkan. Sebenarnya banyak sekali kisah yang menghiasi memoriku,memenuhi sampai menumpuk seperti buku yang disimpan. Menumpuk tapi buku itu terurus,tidak kotor dan tidak berdebu. Aku ingat saat aku ingin bermain ke salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di kota Garut, itu merupakan sepenggal kisah kelas IX yang masih dan akan selalu aku ingat. Teringat,saat itu kendaraannya terbatas,tetapi aku dan sahabat-sahabatku memaksakan untuk semuanya ikut. Kamipun akhirnya DETI (bahasa anak jaman sekarang dempet tiga). Saat perjalanan kami sangat was-was. Beberapa anak kelas IX yang labil,yang bukan remaja,yang masih SMP,anak yang ingin suasana baru,ingin tantangan baru,mencoba pergi kesana. Saat ada mobil polisi,orang yang dibonceng bertiga,dua orang yang diboncengnya langsung respek turun dari motor dan berjalan kaki. Saat itu kami tertawa bahwa itu sangat konyol. Tapi ternyata,polisi itu tidak sedang melakukan razia melainkan sedang mengawal bus pariwisata yang mengunjungi kota Garut. Lalu kami bermain dan bertindak konyol lagi. Walaupun begitu,kami tahu bahwa kami konyol,bahwa kalian menganggap kami kampungan,yang tidak tahu ini itu. Tetapi,kami merasakan bahwa itu sebuah tantangan yang memiliki adrenalin yang baik saat bersama sahabat. 

        Saat kelas IX yaitu masa-masa dimana tidak terbatasi aturan,masa-masa dimana dunia ku tak terkendali,pikiran tidak terhanyut oleh aturan,saat dimana masa-masa aku mengetahui bahwa masa remaja,bukan remaja tapi masa anak yang ingin remaja yang sangat berkenan. Dan satu moment senang bersama guru,yaitu dengan Pak Ade Tatang yang auranya tegas dan berwibawa,dengan Bu Ida Trijatin yang heavy funny,dengan Pak Iman Mulyawan yang menegangkan,dengan Pak Dedi Susanto yang konyol,dengan Bu Yari Yuartini yang bawel,dan masih banyak lagi... Kisah yang baru,cinta yang baru yang ditimbulkan oleh cinta kepada guru,cinta yang berasal dari kebiasaan,cinta yang lahir dari aturan,dan cinta yang datang dari sejarah. Perintah adalah cinta dari guru satu dengan guru yang lain mungkin berbeda. Tetapi, aku tahu bahwa cinta guru itu semua sama. Cinta guru adalah cinta yang beraneka rasa,tetap aku tidak bisa meraba,tidak bisa melihat,tetapi aku bisa merasakan lewat hati. Mungkin kalau kalian menyadari keadaan,mungkin juga kalian  bisa melihat bahwa cinta itu datang dari ketegasan setiap guru. Aku hanya pribumi,aku hanya seorang anak yang merasa bahwa aku masih harap-harap cemas tentang praktek-praktek,US dan terutama UN.


        Saat kami membaca blog ini,saat itu kami akan tertawa menangis dan merasakan bahwa terlampau banyak perasaan kebahagiaan yang dilewati dengan sahabat-sahabatku. Di saat kami mengenang kenangan itu,di situlah kami akan menangis bahagia karena sahabat dan karena kekonyolan-kekonyolan yang kita lakukan dahulu. Di saat kita dewasa nanti,kekonyolan itu berubah menjadi kerinduan akan kebersamaan bersama sahabat,tertawa dan menangis bersama sahabat. Kerinduan itu muncul ketika kita tidak bisa mengulang lagi apa yang sudah kita lalui..

Doc.Rumah Isma, Maripari-Garut

        Inilah hal sederhana,potret sederhana kebahagiaan ku, bahwa kegaduhan bersama sahabat adalah kisah yang tak terlupakan...

Senin, 29 Februari 2016

Kumpulan Foto Kenangan Masa SMP

Kumpulan Foto Kenangan Masa SMP


Kebahagiaan Terindah Adalah Kebersamaan..
Bahagia Tidak Harus Mewah,Tetapi Dengan Kesederhanaan Kitapun Bisa Bahagia..
 

















 
 
 
 




SELAMAT MENIKMATI !!! *^_^*

Rabu, 17 Februari 2016

Kumpulan Puisi Tentang Persahabatan

Kumpulan Puisi Tentang Persahabatan




PERSAHABATAN

Sahabat bagaikn tempatku berteduh..Bila diriku terkena air mata dalam kesedihanku,Disanalah diriku bisa berbagi dalam hidupku, yang tak pernah aku dapatkan d’tempat lain…Hanya sahabatlah yang mampu mengerti dan pahami,Apa yang sedang aku alami saat ni..

Tanpa sahabat..Bagai jiwa yang terlepas dari ragaku..Membuat ragaku tak mampu bergerak dalam setiap langkahku..Persahabatan ini kan abadi..Meski di dunia nih tak kan ada yang abadi..


WAKTU YANG KAN MENJAWAB

Masih ingatkah saat kita bersama dahulu
Mengikat tali persahabatan dengan begitu erat..
Yang mungkin tak seorangpun bisa melepasnya.
Untuk memisahkan kita semua.

Namun detik demi detik kian berlalu.
Semua telah hilang di telan zaman.
Bagaikan dedaunan yang terurai tanah.
Yang tak bisa kembali seperti semula.

Saat hati ini teringat pada kalian
Saat itu pula air mata ini keluar menetes
Saat mata ini melihat semua kenangan
Saat itu pula ku ingin bersama kalian

Apakah kita masih mampu bersama..?
Bercanda dan tertawa seperti dahulu lagi.
Namun, apakah itu hanya sebatas angin yang kian berlalu ?
Cuma waktu yang bisa menjawab itu semua.


Aku Membutuhkan Sahabat

Ketika hidupku ini hampa…
Ketika hari-hari ku sendiri…
Aku sunyi…
Aku membutuhkan sahabat..
Bahkan tidak hanya seorang sahabat..
tapi banyak sahabat..

Aku seperti sendiri .. sendiri di dalam masalah hidupku
Bahkan seorang kekasih pun tidak kunjung datang menghiburku
Aku sendiri ..hanya berteman sepi
Yang terkadang meneteskan air mata..

Depan televisi… di dalam kamar..
hanya dua tempat itu yang menjadi saksi bisu kegelisahanku
Tuhan…kirimkanlah sahabat untukku..
Aku tidak mau sendiri di dunia ini

Tuhan….tuntunlah aku juga untuk tetap mengingatmu
Engkau sahabat terindah,,,
Aku yakin Engkau akan memberiku sahabat terindah juga di dalam hidupku ini.


Puisi Arti Tanpamu Kawan

Bisik jiwa telah terputus dalam satu hembusan nafasJanji suci tlah kau ingkari tuk bersamaDalam tawa dan dukaYakinlah selalu … sobat

Bawa segala luka yang menyobek hatimuAdalah pisau yang mengalir di setiap tetes darahkuKesedihan yang nampak di raut mukamuAdalah kepedihan terdalamku

Ketidakramahan dirimu adalah penyobek hatikuTaukah kau sobat?Bahwa secercah tawa yang dulu slalu menghiasi wajahmuKini tlah pudar dan bukan lagi

Kebanggaan dalam tali hati antara kau dan akuKini kau telah melepas jemari ituPadahal aku rapuh tanpa tangan ituAku ingin kau selalu menjaga dan melindungiku

Sobat …Sebuah tamparan yang selalu kudapat bila kusalahSebuah bimbingan yang selalu merangkulku bila kulemahKini tak akan pernah kudapati lagi

Kemana aku harus mencari itu semua?Kau pergi tanpa mengucap sepatah kata punKau telah memutus persahabatan ituPersahabatan yang suci

Kini telah kau nodai dengan kebungkaman, kebohongan, dan kebosananSemuanya penuh kepura-puraanKau jadikan persahabatanSebagai tempat berlabuh

Tuk mencari pengalaman kehidupanKenapa kau lakukan ini?Ku diam dalam kebungkaman yang penuh kesakitanSedangkan dirimu tertawa penuh keriangan

Lalu kini ku bertanya:Apa menurutmu seorang sahabat?And sahabat yang tulus seperti apa?Kau hanya diam tak bisa menjawab

Sobat …Maafkan diri ini bila diri ini bersalahMeski kau telah pergiBagiku kau selalu ada dalam hatikuKarena kau adalah sahabatkuDari dulu dan sampai kapan pun.


Puisi Indahnya Persahabatan

Bintang-bintang bersinar gemerlapRembulan tersenyum dengan indahnyaKomet Halley berlintas dengan cemerlang

Seindah persahabatan yg hari ini kita jagaSeindah cahaya pagi yang menyingsing pagiSeindah belaian katulistiwa yang memancarSeindah gelora kasih yang bersemayam direlung hatiSeindah persahabatan yang hari ini kita jalini

Satu yang ku harapkan darimu temanJadikan hidup ini indah dengan kepedulianKepedulianmu terhadap sekelilingmu

Kepedulianmu terhadap temanmu kawanKu bersyukur mendapakan engkau kawanKu bersyukur berteman denganmu kawanKu berharap ini tak kan biasaKu berharap ini kan nyata.


TERIMAKASIH !!! *^_^*